Kontol Deni

Cerita Sex Terbaru | Pagi itu sebenarnya aku libur, lewat SMS seperti biasanya, aku selalu kontak dengan Deni.
Kami hari ini merencanakan untuk bertemu, aku pamit pada kedua orang tuaku akan berjalan-
jalan ke Plaza Surabaya dan aku minta didrop di sana. Pada pukul 10 aku tiba di Plaza
Surabaya dan langsung masuk ke dalam dan berjalan ke belakang, tujuanku adalah ke Hotel
Radizon yang sekarang sudah berganti nama menjadi Plaza Hotel, letaknya di bagian dalam
gedung Plaza Surabaya, karena memang aku sudah janji dengan Deni akan bertemu di sana.

Cerita Sex Terbaru Kontol Deni

Aku segera saja masuk dan menuju coffee shop yang terletak di sebelah kiri lobby. Deni
sudah menungguku di sana sambil minum kopi. Begitu melihatku Deni langsung berdiri
menyambutku sambil menggandengku menuju lift. Kepada waiters Deni minta agar billnya
dimasukkan ke tagihan kamarnya. Rupa-rupanya Deni sudah terlebih dahulu check in di hotel
tersebut, kami langsung menuju lantai sebuah sweet room di lantai 3.
Dalam kamar, Deni langsung memeluk dan menciumku, bibirku yang mungil tipis dikulumnya
lembut. Kami saling berpagutan, lidah Deni dijulurkan ke dalam rongga mulutku, kuterima
dan kukulum lidahnya, demikian pula sebaliknya saat lidahku yang kecil bila dibandingkan
lidah Deni yang besar dan sedikit kasar kujulurkan ke dalam rongga mulut Deni, langsung
saja lidahku dikulumnya dengan penuh gairah.

Tangan kami saling meraba. Saat itu aku menggunakan hem agak longgar. Dibukanya satu
persatu kancing bajuku, dadaku pun akhirnya terbuka dan payudaraku terpampang jelas karena
aku memang tidak memakai BH. Pada ceritaku terdahulu sudah pernah kuceritakan bahwa memang
sejak kecil aku tidak terbiasa memakai BH sehingga sampai kini usiaku sudah 28 tahun pun
aku tetap tidak pernah memakai BH, namun saat kejadian yang kuceritakan ini, usiaku masih
23 tahun.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Deni menggiringku lebih masuk ke dalam kamar, bibirnya masih tetap melumat bibirku dan
tangannya langsung saja melepaskan hem yang kukenakan hingga bagian atas tubuhku sudah
tidak tertutup oleh sehelai benang pun. Deni langsung merebahkan diriku ke tempat tidur
tanpa melepaskan lumatannya sedangkan tangan kanannya meremas-remas payudaraku. Badannya
sedikit menindih dada kananku. Remasan tangan kanannya di payudaraku membuatku horny
hingga rok miniku yang lebar bagian bawahnya yang kukenakan sedikit terangkat ke atas saat
aku rebah di tempat tidur.

Aku yang sudah mulai horny langsung melucuti hem yang dipakai Deni. Deni juga membantuku
melepaskan bajunya dengan mulutnya tetap melumat habis mulutku. Setelah itu kubuka kancing
celana Deni. Tangan Deni berhenti sejenak menggerayangiku, dia melepaskan sendiri celana
berikut CD yang dipakainya hingga kini Deni sudah telanjang bulat di hadapanku. Batang
kemaluannya yang besar kupegang dan kuremas-remas. Cepat sekali dia ereksi. Batangnya
sudah mengeras sangat tegang sekali, kepalanya besar dan mengkilat, panjangnya sekitar 17
centimeter.Cerita Sex Terbaru

Tangan kanan Deni kembali meremas-remas payudaraku, bibirnya kini menciumi leherku sambil
memberikan gigitan-gigitan kecil, paha kanannya ditumpangkan ke paha kananku, lututnya
digesekkan ke atas pahaku hingga membuat rokku tersingkap dan celana dalam mini berenda
yang kupakai jelas terlihat, warnanya merah maroon berbentuk renda seukuran satu jari
melingkar di pinggangku, di bagian belakang tersambung renda dengan ukuran yang sama turun
melingkari selangkanganku melalui belahan pantatku, tepat di bagian yang menutupi liang
vaginaku terbuat dari secarik kain tipis tembus pandang, bentuknya seperti kain kasa yang
ukurannya hanya selebar ukuran dua jari saja.

Saat rok miniku tersingkat ke atas, bagian depan celana dalamku terpampang jelas, tampak
sekali bulu-bulu halus rambut kemaluanku yang tersembul di dalam celana dalamku yang
transparan itu, selebihnya menyembul keluar lewat sela-selanya. Lutut Deni menggesek naik
ke atas tepat mengenai bagian luar vaginaku yang sudah mulai berlendir, sementara bibirnya
menciumi bagian-bagian telingaku, lidahnya dijulurkan menjilati punggung telingaku, lubang
telingaku pun dijelajahinya.

Tangan kanan Deni turun dari payudaraku menuju rok mini yang kukenakan. Dengan piawai dia
membuka pengait dan sekali sentak terlepas sudah, kini aku hanya tinggal memakai celana
dalam yang tidak ada artinya sebagai penutup tubuhku. Tangan Deni langsung merogoh
kelaminku dari atas celah celana dalam yang kupakai, menyusup turun hingga mengenai bulu
kemaluanku, ujung jarinya dimain-mainkan di bagian atas vaginaku menyentuh klitorisku.
Dengan sengaja dikuak-kuakkannya ujung jarinya hingga aku menghentak-hentakkan kakiku.

Iklan Sponsor :

Pantatku kugesekkan ke atas dan ke bawah mengikuti irama gesekan jari Deni. Celana dalamku
yang dianggapnya sebagai penghalang langsung diperosotkan ke bawah dan kubantu melepasnya
dengan menggunakan jari kakiku. Kini kami sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benang
pun yang menutupi tubuh kami, mungkin layaknya Adam dan Hawa waktu dulu. Jilatan Deni
turun ke bawah dan berhenti di payudaraku, lidahnya menggelitik puting susuku yang ranum
dan berwarna sedikit merah muda, buah dada kebanggaanku habis dilumatnya. Deni pandai
mencari G Spotku, semua celah habis dijilatnya.

Tangan kanannya setelah selesai melepas celana dalamku langsung bergerilya di
selangkanganku. Kakiku kukangkangkan lebar-lebar sambil merasakan nikmatnya belaian tangan
Deni di vaginaku. Jari-jarinya yang besar menggosok-gosok bagian luar vaginaku, mengenai
bibir vaginaku dan jari tengahnya sengaja dimain-mainkan di atas klitorisku sehingga
vaginaku benar-benar dibuat becek olehnya sehingga terkadang terdengar bunyi kecipak.

Tangan kananku tak mau ketinggalan untuk meremas dan mengocok batang kemaluan Deni. Ciuman
Deni terus turun menuju perutku, lidahnya dimainkan di pusarku hingga aku mencapai puncak
kenikmatan. Sementara tangan kananku masih menggenggam batang kemaluan Deni, tangan kiriku
menjambak rambut kepala Deni. Aku pun akhirnya menyerah sambil melengking panjang.

Iklan Sponsor :

“Aaa.. Aacch! Den..! Aku orgasme sayang..”

Serta merta Deni memegang kedua lututku. Dengan telapak tangannya didorongnya lututku ke
atas dan dikangkangkannya pahaku lebar-lebar sehingga bagian vaginaku terpampang jelas.
Kepala Deni diarahkannya ke selangkanganku, mulutnya langsung menyerbu mulut vaginaku,
bibir vaginaku dijilatinya, semua cairan yang ada dijilat dan langsung ditelannya sampai
habis. Seakan tidak puas, Deni menjulurkan lidahnya menjilat belahan pantatku hingga
lubang anusku, tak ketinggalan liang vaginakupun menjadi sasaran lidahnya yang dijulurkan
dan ditusuk-tusukkan.

Nafsuku pun dengan cepat naik kembali. Gila..! Deni rupanya benar-benar ingin membuatku
mati lemas keenakan, bibir mulutnya mencium bibir vaginaku, lidahnya dijulurkan ke dalam
mengorek-ngorek isi vaginaku, dinding bagian dalam vaginaku disentuh dengan lidahnya,
sekarang digesekkan naik turun kemudian klitorisku dikulum-kulum, dijepit dan ditarik-
tarik menggunakan bibirnya, jari telunjuknya ditusukkan ke liang vaginaku. Pertama memang
agak sedikit sulit namun akhirnya masuk juga, di dalam liang vaginaku, ujung jarinya
mengorek-ngorek isi vaginaku.

“Ooo.. Oocch! Soo.. Oonn! Ampun Den! Aduu.. Uuh! Teruu.. Uus! Den! Gila kamu! Aa.. Aacch!”

Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sementara Deni tetap melumat vaginaku, kembali seluruh
lendir yang mengalir keluar dari dalam vaginaku dihisap habis olehnya. Deni tidak ingin
aku beristirahat, dia merangkak naik mencium bibirku, terasa bibirnya ada sedikit rasa
asin sisa lendir vaginaku yang dijilatinya tadi.

Iklan Sponsor :

Tangan kanannya kembali meremas-remas puting susuku, sementara itu aku merasakan benda
lunak menempel di bibir vaginaku. Dengan tangan kirinya Deni menuntun batang kemaluannya
agar tepat di pintu masuk vaginaku. Setelah tepat langsung didorongnya. Dan.. Slee.. Eep!
Slee.. Eep!, demikian suara gesekan batang kemaluan Deni keluar masuk di dalam liang
senggamaku. Deni mengganjal pantatku dengan bantal sementara penisnya terus memompa maju-
mundur mengocok vaginaku. Rasanya bukan main.

“Aduu.. Uuh!”, seruku enak sekali, karena sambil tetap mengocokkan batang kemaluannya, ibu
jari tangan kanan Deni ditempelkan ke klitorisku dan digesek-gesekkannya, sementara tangan
kirinya meremas-remas payudaraku sambil juga memilin-milin puting susuku.

“Ooo.. Ooh! Den! Aku sudah hampir orgasme lagi”.

“Sebentar sayang! Kita keluarkan sama-sama”, kata Deni sambil mempercepat genjotannya,
juga gesekan ibu jarinya di klitorisku, aku hanya bisa menggeleng dan membanting kepalaku
ke kanan dan ke kiri, dan..Cerita Sex Terbaru

“Oo.. Oocch! Uu.. Uucch!”, akhirnya kami orgasme secara bersamaan.

Baca Juga Cerita Seks Kekasihku

Aku tergolek lemas sementara Deni tetap memelukku, hanya badannya miring sedikit di
sampingku sehingga aku tidak tertindih oleh berat badannya, dan kami pun sama-sama
tertidur pulas dalam keadaan sama-sama masih bugil. Sementara selangkanganku masih basah
dan belepotan oleh cairan yang sedikit kental, itu adalah cairan cinta kami berdua yang
sama-sama tumpah keluar hingga membanjiri selangkanganku dan sprei di bawah pantatku. Sisa
cairan itu masih terasa mengalir pelan dari dalam liang vaginaku, mengalir keluar melalui
celah pantatku turun hingga mengenai lubang anusku.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Kisah Seks, Cerita Porno.

Silahkan hubungi Sintia, boleh di mainin sesuka hati asalkan abang baca cerita di cerita sex terbaru . Cerita-Cerita sex di sini ada beberapa adalah cerita sex terbaru yang saya alami sendiri pribadi lho mas, coba tebak cerita yang mana?