Memotivasi Anak 1

Cerita Sex Terbaru | Diana, sebuah nama yang dipilih oleh orang tuanya dulu. Kini, ia menamani anaknya Dana, selain karena
bunyinya hampir mirip, juga karena Diana berharap anaknya tidak akan kekurangan dana selama hidupnya.
Namun ternyata, nasib berbicara lain. Kini, setelah beranjak gede, Dana ternyata sangat santai dalam
menghadapi hidup ini. Alih – alih memikirkan universitas mana yang akan ditempuh, Dana malah telah
memutuskan untuk bekerja sehabis lulus SMA. Tiap hari kerjanya hanya main gim saja. Entah apa yang salah,
batin Diana.

Cerita Sex Terbaru Memotivasi Anak

Beberapa kali Diana memergoki anaknya yang sedang mengintip saat ia mandi. Bahkan terkadang, Dana
mengintip roknya saat akan dan atau beranjak dari duduk. Sikap anaknya memang tak menyenangkan, namun
kali ini Diana lebih mementingkan jalan hidup anaknya. Apalagi kalau melihat rapotnya, jarang ada nilai
lebih dari 80.

Seharian Diana mencoba berpikir apa yang mesti dilakukan untuk mengubah nilai dan pandangan hidup
anaknya. Bagaimana caranya untuk memotivasi anaknya yang kurang termotivasi? Ingin rasanya Diana
mengundang motivator terkenal, namun apa daya tiada rupiah.

Malam hari, Diana makan seperti biasa bersama anaknya. Selesai makan, saat Dana akan kembali ke kamarnya,
Diana menghentikan.

“Duduk dulu sini, ada yang mau mama bicarain.”
“Lah, Dana udah tau mama mau bicarain apa. Pasti itu lagi – itu lagi.”
“Iya, mama ngerti. Tapi mama inginnya meski kamu tak niat kuliah, nilaimu harus bagus semua. Apalagi
mama ingin sehabis sekolah kamu tuh kuliah.”
“Tapi mah, Dana udah seneng kok hidup kayak gini. Apa lagi yang kurang?”
“Pasti ada yang kurang. Masa kamu puas hanya dengan seperti ini sih?”
“Kagak ada yang kurang mah. Kecuali…”
“Kecuali apa?”
“Kecuali cewek telanjang. Hehehe…”
“Hehe… Dasar kamu itu. Pantesan kamu doyan bener intipin mama mandi.”
Dana yang lagi tersenyum mendadak diam. Terkejut.
“Kamu kira mama gak menyadari kelakuanmu apa?”
“Iya mah, maaf. Abis Dana penasaran sih.”
“Iya mama ngerti. Seusia kamu memang penasaran sama segala hal. Malahan bagus kok, daripada mati
penasaran.”
“Makasih mah.”
“Tapi mama ingin agar kamu tingkatin nilai kamu. Terus kuliah. Biar nanti bisa lebih daripada mama.
Lebih sukses dan lebih kaya.”
“Gak perlu mah. Gini juga udah bahagia kok.”
“Meski tanpa gadis telanjang,” kata Diana sambil nyengir.
“Ya udah, kalau kamu mau ke kamar. Mama mau beresin dulu.”
“Iya mah.”

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Diana pun membersihkan sisa makanan dan mencuci piring. Telah delapan tahun Diana sendirian mengurus
anaknya. Delapan tahun lalu David, ayahnya Dana, meninggal. Selama ini Diana berjuang mencari nafkah juga
membesarkan. Tatapan mata anaknya saat mengintip membuat Diana kembali merasa ingin menjadi wanita
seutuhnya, yang diinginkan oleh pria, dijamah oleh laki – laki, dicumbui lelaki.

“Mama boleh masuk nak?” tanya Diana setelah mengetuk pintu kamar anaknya.

Namun, tanpa menunggu jawaban, Diana langsung masuk dan mendapati anaknya sedang duduk di depan monitor.
Diana lalu duduk di ranjang anaknya.

“Ada apa mah?”
“Nak, mama rasa keputusanmu untuk kerja sehabis sekolah bakal kamu sesali nanti,” kata Diana sambil
mengusap kepala anaknya.
“Kalau begitu adanya, biarlah nanti Dana sesali apa yang Dana putuskan hari ini.”
“Mama ingin kamu kuliah. Namun meski begitu, mama takkan menghukum kamu dengan menjual komputermu dan
atau melarangmu melakukan ini – itu.
“Jadi, daripada melarangmu, mama putuskan untuk memberimu hadiah jika dan hanya jika nilai rata – rata
EBTANASmu lebih dari pada delapan puluh dan kamu lanjut kuliah.”
“Tapi mah, Dana kan udah bilang Dana gak perlu apa – apa lagi.”

Diana menghelan nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.

“JIka nanti pada saat EBTANAS nilaimu lebih dari delapan puluh dan kamu putuskan akan kuliah, mama akan
hadiahi kamu wanita telanjang.”
“Apa?”
“Jika nilaimu bagus, mama tak akan lagi memakai pakaian di rumah hanya jika sedang berdua denganmu,
alias tak ada tamu.”
“Hehehe… Mama emang pinter bercanda,” tawa Dana.

Wajah Diana yang terkesan dingin membuat Dana menghentikan tawanya.

“Jika tubuh usia empat puluh empat tahun masih menarik bagimu, maka peganglah janji mama ini. Tapi jika
nilai rata – ratamu kurang dari delapan puluh, maka saat itu juga perjanjian ini mama batalkan. Setuju?”
“Mama gila,” kata Dana namun tangannya menyalami tangan mamanya tanda setuju.

Detik – detik berganti dengan menit. Menit pun silih berganti. Hari – hari pun terus berganti. Dana kini
mulai rajin belajar. Suatu hari tiba – tiba ada surat community college setempat yang mengabari bahwa
Dana diterima untuk meneruskan pendidikan di CC tersebut.

“Kok di CC sih, kenapa gak di universitas negri aja?”
“Biar hemat duit dong mah. Kan di perjanjiannya juga yang penting kuliah, gak mesti di sini atau di
situ.”
“Wow, Dana yang dulu kemana yah?”

Mereka pun tertawa, namun Dana langsung belajar lagi. Diana semakin tegang menyadari nilai harian anaknya
yang makin meningkat. Kadang Diana merasa malu sendiri mengingat janji kecilnya. Tapi di sisi lain Diana
senang akan perubahan positif anaknya. Tentu bukan berarti Diana akan bersenggama dengan anaknya. Namun
di relung hatinya Diana tahu, bukan hormone anaknya saja yang sedang terpacu.

Diana menikmati perasaan yang akan datang saat Diana telanjang di depan mata anaknya. Lama rasanya Diana
tak merasakan perasaan tak nyaman di perutnya. Diana sungguh senang.

Malamnya acara makan terasa sunyi, sesunyi nyanyian senyap. Di meja terletak dokumen. Dokumen yang tak
hentinya dilirik oleh Diana. Diana berdiri dan akan melangkah saat anaknya menghentikannya.

“Mah, Dana tahu mama akan melaksanakan perjanjiannya, tapi Dana rasa tak perlu mah. Lagian mama lakuin
itu untuk memotivasi Dana. Bagi Dana itu saja sudah cukup kok. Menjanjikan sesuatu yang akan memotivasi
Dana memang menakjubkan. Tapi Dana kini sudah di jalur yang benar.”Cerita Sex Terbaru

Setelah itu Dana membersihkan meja makan lalu beranjak ke kamarnya meninggalkan Diana yang tersenyum
sendiri sambil geleng – geleng. Perasaan tak nyaman di perut kembali datang.

Sabtu itu Dana bangun agak siang. Setelah mandi, Dana pun ke dapur ingin makan. Dana tahu setiap sabtu
mama selalu belanja. Namun Dana melihat daster mama tergantung di pegangan pintu. Sambil melankah Dana
menghanduki rambutnya. Namun saat di dapur Dana menjatuhkan handuknya.

Diana menoleh dan tersenyum saat melihat Dana,

“baru bangun nak? Mau goreng telor apa roti bakar?”

Dana melongo melihat mamanya menawakan sarapan tanpa memakai pakaian. Matanya menjelajahi tubuh mama
mulai dari payudaranya sampai jembut halus di selangkangan. Bahkan meski telah berkali – kali ngintip,
namun tak sejelas sekarang.

Merasa ditelanjangi mata anaknya membuat Diana tertawa lalu kembali masak.

“Inilah tubuh empat puluh empat tahun yang mama janjikan,” kata Diana sambil menggoyangkan pantatnya.
“Mama ngapain sih?”
“Bikin sarapan, mau telur apa roti?”
“Telur ajalah. Kenapa mama gak dibaju?”
“Menurutmu kenapa? Mama bukan orang yang suka ingkar. Mama bangga sama kamu.” Diana melirik mendapati
anaknya sedang menatap susu kirinya.
“Duduk aja nunggu goreng telor nikmati pemandangan. Kamu berhak mendapatkannya.” Lalu Diana melanjutkan
memasak.

Dana hanya mampu menuruti, duduk sambil menatapi tubuh mamanya. Puting mamanya terlihat seperti menunjuk
tegak. Bukan karena udara, namun karena sensasi yang dirasakannya.

“Mama seksi sekali.”
“Makasih nak.”

Diana pun selesai memasak dan menaruh makanan di meja makan. Diana ikut duduk.

“Baiklah, biar ini bisa berjalan lancar, kita perlu membuat aturan. Setiap pulang, mama akan ke kamar
mama lalu langsung melepas pakaian. Kalau ada tamu, kamu mesti membuka pintu sementara mama berpakaian.”
“Pasti seru liat mama lari – lari di rumah.”
“Pasti itu. Serius, kini kamu bisa menatap sampai bosan, seperti yang mama janjikan. Tapi tidak boleh
menyentuh, apalagi menceritakan pada siapa pun. Jika nilaimu jatuh, drop out dan atau menyentuh, mama
kembali berpakaian. Paham?”
“Paham. Tapi mama gak berharap ikut – ikutan telanjang juga kan?
“Tentu saja tidak. Aneh kau ini. Udah, nikmati saja keberuntunganmu.”

Sarapan pagi itu berlangsung dalam diam. Setelah makan, Dana membereskan meja sambil melihat susu dan
selangkangan mama.

Perut Diana kembali mengeluarkan sensasi saat tubuhnya ditatap oleh anaknya.
Dana mencoba bertahan dari keinginan untuk menyentuh susu mama. Aturan main yang ditetapkan mamanya
membuatnya patuh.

“Kayaknya mama adalah mama paling keren deh.”

Diana menatap mata anaknya, “makasih, tapi mama yakin kamu pasti bilang gitu ke setiap wanita, apalagi
yang telanjang di hadapanmu.”

“Tentu saja Dana tak mungkin memanggil wanita lain ‘mama’ sambil berharap melihatnya telanjang.”

Diana tertawa lalu reflek memeluk anaknya. Dana tentu menikmati sentuhan tubuh telanjang mamanya.

“Selama kamu mematuhi aturan mainnya mama akan telanjang di hadapanmu. Sekarang, kamu mau mama ngapain?”

Dana melirik saat akan melangkah, “gak tau mah, mungkin kita main wii bareng.”
Diana kembali tertawa mendengar ajakan main gim dari anaknya.

Diana memencet klakson saat melihat anaknya.

“Hei, tumben kamu agak telat.”

Dana melemparkan tas ke jok belakang lalu duduk di samping mamanya.

“Hari ini mau ngapain nak?”
“Paling ngerjain pr mah di rumah temen.”
“Ntar mama sendirian dong.”
Mobil pun memasuki garasi lalu mereka pun masuk ke rumah.
“Mama lepas pakaian dulu, abis itu masak.”
“Tunggu mah. Mama tau kan Dana terangsang berat?”Cerita Sex Terbaru

Diana tertawa, “gimana tidak, matamu jelajatan terus kan.”

“Mama telanjang di rumah kan hadiah bagi Dana.”
“Ya.”

Diana kembali merasakan rasa mulas di perutnya mendengar pembicaraan anaknya.

“Boleh gak Dana lihat mama membuka pakaian?” kata Dana sambil menunduk.

Ternyata itu yang dikatakan anaknya. Diana pun merasa lega.

“Kamu mau mama melepas pakaian sambil menggodamu, kayak di film – film barat?”
“Bukan mah. Buka aja biasa, hanya sambil Dana lihat.”
“Menarik. Memang tak melanggar perjanjian sih. Baiklah. Ayo ikut mama.”

Diana lalu memegang tangan anaknya dan membimbingnya ke kamarnya.

“Kamu duduk aja di kasur, mama ke kamar mandi dulu.”

Dana duduk sambil melihat foto – foto di kamar. Ada foto dirinya sedari kecil, foto papa dan lainnya.
Beberapa saat kemudian Diana keluar dari kamar mandi sambil memegang rambutnya.

“Baiklah, mama akan mulai pertunjukannya untuk anak mama seorang.”
“Kenapa mama gak cari pacar lagi setelah papa berpulang?” kata Dana sambil melihat foto keluarga yang
ada di meja rias.
“Mama ingin kerja dulu sambil besarin kamu. Jadinya mama gak punya waktu luang deh,” kata Diana sambil
duduk di sebelah anaknya.
“Apa mama nanti akan nikah lagi?”
“Entahlah nak. Mama masih muda, mama akui, telanjang di hadapanmu membangkitkan sesuatu dalam diri mama
yang telah lama terkubur, entah apa lagi nanti yang akan bangkit lagi. Menurutmu gimana, apa kamu kecewa
selama delapan tahun ini hidup berdua hanya dengan mama?”
“Mama udah jadi mama terbaik menurut Dana. Kemarin Dana memang sempet gak fokus, tapi kini Dana fokus
lagi mah.”
“By the way bus way, mama kok langgar perjanjian sih? Mama buka dulu ah pakaiannya. Mama lapar nih.”

Tanpa bangkit, Diana membuka kancing blus lalu melepasnya. Diana menatap payudaranya yang terbungkus bh
merah muda, lalu menatap anaknya melepas kaitan bh.

“Kamu pernah ngintip mama pas lagi hanya pake cd gak?”
“Pernah, tapi liat dari belakang doang,” kata Dana sambil tersipu malu.
“Kayaknya mama udah gak punya privasi lagi sedari dulu ya,” kata Diana sambil meninju tangan anaknya,
dengan pelan tentu, lalu melepas bh nya. “Capek gak berusaha lihat ini?” kata Diana sambil memegang
payudaranya.
“Apaan, Dana belum ngintip lagi kok,” kata Dana sambil menatap payudara mamanya.
“Dasar nakal.”
“Mah, Dana boleh nanya sesuatu gak?”
“Tentu saja sayang.”
“Setahu Dana, puting kan warnanya coklat, kok yang mama enggak sih?” kata Dana sambil menunjuk puting
kiri mamanya.
“Hahaha… papamu dulu juga nanya gitu. Tapi mama suka kok, puting mama jadinya spesial, beda dari yang
lain.”

Tanpa disadari jemari Diana mengelus putingnya sambil sesekali menariknya. Karena mata Diana menatap
payudaranya sendiri, Diana tak menyadari gundukan di celana anaknya yang tiba – tiba muncul dan mata
anaknya yang terus menatap jemarinya.

Diana lalu tersadar, “Kapan makannya kita?”
Diana lalu melepas rok lalu cdnya sendiri. Setelah telanjang, Diana kembali duduk sambil menekan kedua
tangannya di belakan tubuh ke kasur.

“Mama lapar nih!”

Mata Dana terpaku ke jembut mamanya.

“Apa mama pernah mencukurnya sampai gundul?”

Diana lalu menatap jembutnya, “Tidak pernah. Selalu begini saja. Emang udah berapa kali liat wanita yang
jembutnya gundul?”

“Wanita telanjang yang Dana liat cuma mama aja.”
“Serius? Kamu belum pernah ngapa – ngapain?”
“Tentu saja mah.”
“Terus kamu pernah ngapain aja?”
“Kok jadi Dana yang ditanyain sih. Siapa yang telanjangnya sih?”
“Mama jadi penasaran sih.”
“Hanya pernah ngeraba susu sama ciuman mah. Terus kalau mamah, kapan mama mulai nakal.”
“Mulai nakal? Sebelum sama papamu, mama dua kali pacaran.”Cerita Sex Terbaru

Diana lalu berbaring menjadikan tangannya sebagai bantal. Satu kakinya di tekuk dan kaki lainnya ditumpu
ke kaki itu. Tanpa disadarinya Diana perlahan merangsang anaknya.

“Dana boleh tanya yang lain lagi gak?”
“Tanya aja. Udah terlanjur gini kok.”
“Katanya ada bagian tubuh yang kalau disentuh bisa membuat orgasme sambil menjerit. Benar gak tuh?”

Pertanyaan anaknya membuat Diana memikirkan vaginanya dan secara reflek melebarkan paha membuat anaknya
dapat melihat vaginanya dengan jelas. Suara anaknya menelan ludah menyadarkan Diana.

“Mama gak tau kalau soal menjerit. Tapi yang pasti memang ada beberapa titik yang sangat sensitif. Ingat
aturan main kita, boleh lihat sepuasnya tapi tidak boleh sentuh.”
“Tenang mah, Dana takkan melanggar aturannya. “

Diana lalu menyentuh selangkangannya. Diana melebarkan paha dan menyelipkan jemari ke vaginanya.

“Mama tunjukan ini karena kamu nurut sama mama.”

Diana lalu melebarkan vagina dengan jemarinya lalu jari tengah menyentuh daging kecil. Nafasnya memberat
saat jari itu menekan. Dana mendekatkan kepala ke selangkangan yang terpampang di depannya.

“Ini yang disebut klitoris. Sangat sensitif. Nah, di dalamnya terdapa g-spot yang apabila tersentuh bisa
membuat wanita orgasme. Tapi jangan berharap jeritan karena jarang yang sampai menjerit.”

Nafas Diana kembali memberat menyadari apa yang dilakukannya di hadapan anaknya sendiri. Tubuhnya sedikit
kejang. Diana menggigit bibir mencoba menangan erangan. Diana juga menegangkan otot pahanya. Setelah tak
lagi kejang, Diana melepas jemari dari selangkangannya.

Baca Juga Cerita Sex Pemabuk

“Udah ah pelajaran biologinya. Makan yuk.”
“Makasih mah. Mama bener – bener baik deh.”

Dana membungkuk lalu mencium bibir mamanya sekilas. Tak sengaja dada Dana menekan payudara mamanya.
Sentuhan ini adalah sentuhan pertama sejak diberlakukannya aturan, namun Diana membiarkannya. Dana lalu
bangkit berbalik dan keluar kamar. Dana merasa seperti anak yang paling beruntung.

Diana masih berbaring. Linglung. Perutnya kembali seperti mules. Diana masih terkesima. Lalu Diana
teringat sebuah dildo hadiah dari suaminya yang di simpan di laci. Diana lalu bangkit ingin segera makan
agar anaknya cepat keluar. Dana ingin orgasme lagi seperti tahun – tahun dulu, lepas tanpa ditahan –
tahan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru.

Silahkan hubungi Sintia, boleh di mainin sesuka hati asalkan abang baca cerita di cerita sex terbaru . Cerita-Cerita sex di sini ada beberapa adalah cerita sex terbaru yang saya alami sendiri pribadi lho mas, coba tebak cerita yang mana?