Memek Mahasiswi

Cerita Sex Terbaru | gue berbagi pengalaman ini karena menurut gue ini adalah hal yang paling indah yang pernah gue alami.
gue akan mulai dgn perkenalan singkat, namaku Santo, usiaku 20 tahun.
Sekarang gue sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota K*. gue mempunyai sifat pemalu yang
sejak dulu menjadi hambatan bagiku dalam menjalin hubungan dengan lawan jenisku. Peristiwa yang gue
alami ini ternyata mengubah hidupku menjadi luar biasa, lebih dari yang gue bisa bayangkan.

Cerita Sex Terbaru Memek Mahasiswi

Awal Perjalananku ini ketika gue pulang ke J* pada saat liburan semester. Liburanku berawal dari tanggal
21 Juli sampai dengan 10 September, gue berada di B* udah sejak tanggal 25 Juli. Dalam liburan ini gue
berkunjung ke rumah beberapa temanku, diantaranya adalah seorang teman lamaku Vaira namanya yang udah
sejak SMU tidak pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung udah sekitar 1 tahun gue tidak bertemu dia. Sejak
gue pertama kali bertemu dia gue langsung jatuh cinta.

gue melihat Vaira sebagai sosok perempuan yang paling sempurna, The Angel From Heaven!, rambut hitam
yang sepanjang bahu, wajah super cantik, body bagaikan supermodel, payudara yang indah meskipun hanya
bisa dilihat dari luar seragam sekolah, dan bokong yang membuat mata cowok manapun mengikutinya kemana
pun ia pergi. Betapa inginnya gue menjadi bra atau celana dalam yang selalu dipakainya, jadi kursi yang
selalu didudukinya, jadi tempat tidur yang selalu ditidurinya, atau jadi sabun yang selalu menjelajahi
tubuhnya. gue selalu membayangkan bagaimana seandainya Vaira menjadi pacarku.

Waktu itu kelas dua SMU. Dia kelas 2-4 dan gue kelas 2-3. gue mendekati dia dgn cara menjadi temannya
yang paling baik. gue tidak berani mengutarakan perasaanku kepada dia, akibatnya dia tergaet oleh orang
lain. Hasil yang gue terima adalah gue hanya dianggap sebagai temannya. Setelah tamat SMU kerinduanku
makin memuncak, gue memikirkannya setiap gue mau tidur, mau makan, mau mandi, mau gosok gigi, mau
berangkat ke kampus, mau nonton VCD porno, mau masturbasi, setiap mau melakukan apapun. Even we are
apart, you will always in my heart, Vaira. Maka dari itu gue memberanikan diri untuk mengunjungi dia
mumpung masih liburan. Untuk memastikan dia ada di rumah, gue meneleponnya.

“Halo, bisa bicara dgn Vaira?” tanyaku menyapa.
“Iya, ini Vaira sendiri, ini siapa ya?” balasnya.
“Hei Vaira, gimana kabar lo? masih inget gue ngga?” kataku bersikap sok tenang.
“Hmm.. siapa ya? ini Dimas ya? jangan iseng dech, gue tau ini elo kan?” katanya menebak.
“Dimas siapa.. ngaco ah.. ini gue Santo..”
“Santo? hei.. pa kabar juga? gue baik2 aja.. udah berapa lama sich? setahun ada kali ya..”
“Iya.. eh Vaira gimana kabar lo ma si.. itu tuch..”
“Sama sapa?”
“Itu lho.. si Romeo.. hi.. hi..”
“..”
“Halo Vaira.. gue salah ngomong ya..? haloo..”
“.. ngga.. kok.. gue..” katanya sambil menangis.
“.. Vaira ga perlu ceritain kok kalo Vaira rasa itu bikin sakit..” kataku berusaha menenangkannya.
“.. Santo.. bisa.. ga.. dateng.. ke.. rumah.. Vaira..?” lanjutnya.
“Santo pasti kesana.. Vaira tunggu aja ya.. Santo pasti datang..” jawabku.
“.. cepet ya.. please..” katanya masih menangis.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

gue langsung pergi ke rumahnya begitu telepon ku tutup. Selama perjalanan gue mulai berpikir apa Vairaa
baik-baik aja.. gue berharap dia tidak melakukan sesuatu yang ceroboh. Kira-kira 30 menit kemudian gue
tiba di rumahnya. gue lihat dia udah menungguku di pintu depan. gue parkir mobilku di tepat di depan
rumahnya. gue langsung berjalan kearahnya dimana kulihat cewek yang sangat kusayangi meneteskan
airmatanya.

Belum sempat ku tanya alasan mengapa ia menangis, dgn tiba-tiba dia menarik tanganku dan membawaku ke
dalam rumah. Kami kemudian duduk di sofa dan dia mulai menceritakan masalahnya. Tapi beberapa menit
kemudian tanpa sadar gue melingkarkan tanganku di bahunya, namun anehnya dia tidak merasa canggung
ataupun risih, malah dia menyandarkan kepalanya ke bahuku.

gue pun tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tidak pernah berani gue katakan kepadanya.

“Vaira, dari dulu ada hal yang gue pengen bilang ke loe..”
“Santo bener-bener sayang sama Vaira.. Santo selalu memikirkan Vaira..”
“Dari pertama kali kita kenalan, Santo udah suka ma Vaira..”
“Dan sekara..”

Belum selesai gue mengatakannya Vaira tiba-tiba menutup mulutku dgn tangannya. Dia kemudian mencium
bibirku dgn lembut sekali, gue pun tanpa pikir panjang, kubalas ciumannya penuh cinta. Beberapa saat
kami berciuman, kemudian Vaira mengatakan hal yang paling indah yang pernah gue dengar.

“Santo.. sebenernya Vaira juga suka sama loe”
“.. dari dulu gue berharap kalo loe itu yang mengajak Vaira nonton, makan..”
“.. Vaira selalu berharap Santo suatu saat bakal ngajak Vaira..”
“I love U..”

Langsung aja kucium bibir hangatnya dgn mesra. Kami berciuman cukup lama sampai akhirnya Vaira
mengajakku ke kamarnya. Tujuannya udah jelas, tempat tidur empuk yang masih tertata rapi. Ciuman kami
terus berlanjut dimana kami sedikit demi sedikit saling melepaskan pakaian kami, kuangkat dasternya
sambil ku meremas bokongnya yang sangat kenyal,

“Gila.. empuk banget pantatnya..” kataku dalam hati melanjutkan meraba dan meremas bokong terseksi milik
Vaira.

gue dulu hanya bisa melihat, sekarang gue bisa menikmatinya. gue tahu masih banyak lagi yang lebih hebat
dari cewek ini. Suara hatiku berkata

“Dia cinta pertamamu, dan sekarang loe memilikinya..”.

Tanganku melanjutkan perjalanannya keatas, disana ia menemukan dua buah gundukan, dgn lembut ku remas
dan perlahan kulepaskan dari penutupnya yang telah mengurungnya selama ini. Ternyata buah dada Vaira
tampak sangat indah jika dilihat langsung. Bundar penuh dan putingnya berwarna coklat kemerah-merahan.
Ukurannya pun benar-benar menakjubkan. Tepat dalam telapak tanganku. kontol ku pun menjadi amat tegang.
gue merabanya dari bawah dan kemudian naik keatas dimana ku menemukan puting susu yang udah mulai
mengeras. Vaira pun bersuara ketika gue menjilatinya.Cerita Sex Terbaru

“Hmm.. enak.. Santo.. terus.. ss..” desah Vaira,

gue pun menuntunnya ke tempat tidur. Kami udah seperti pasangan suami istri pada saat malam pengantin.
Vaira duduk di tepi tempat tidur sedangkan gue masih berdiri. Vaira udah tidak memakai bra tapi masih
mengenakan celana dalam, kami saling bertatapan sejenak..

“Santo.. Vaira mau melakukannya sama loe.. Vaira melakukannya untuk loe..”

Vaira pun kemudian melepaskan celana dalamku, dimana disana tersimpan milikku yang sangat berharga.
Perlahan ia meraih kontol ku yang udah teramat tegang dan menghisapnya.

“Ohh.. Vaira..”, gue merasakan kenikmatan hebat.

gue balas perlakuannya dgn meraba buah dadanya yang juga semakin tegang.

“Ahh.. Santo.. terusin.. ahh..” lalu gue membuka celana dalam Vaira yang udah agak basah.

gue bisa melihat memek yang di tumbuhi sedikit bulu, rupanya dia rajin mencukurnya. Langsung aja kuraba
seluruh bagiannya berharap menemukan tempat yang paling sensitif.

“Aah.. teruss.. Santo.. ohh..” Vaira mendesah, mendengarnya gue makin bersemangat.

gue kemudian membawa Vaira ke tengah tempat tidur seraya mencium dan menjilati bagian tubuhnya yang
paling intim itu.

“Aahh.. gue.. mo.. keluarr.. ohh.. sshh..” Vaira mengerang dan menjambak rambutku, Vaira orgasme saat
itu, cairan kenikmatannya banyak sekali yang keluar.

gue menciumnya bibirnya dan terus meremas-remas buah dadanya, lalu kulumat puting susunya seperti anak
kecil mengemut permen kesukaannya.

“Ahh.. sshh.. aahh.. sshh..” Vaira mengerang tak karuan.

kontol ku yang udah agak melemas kembali tegang ketika Vaira mengulumnya sebagai balas budi.

“Ohh.. Vaira.. you.. are.the.. best.” kenikmatanku memuncak ketika gue merasa gue akan orgasme.
“Ahh.. sshh.. Vairai..” croot.. croott.. crot.. gue menyemprotkan maniku kedalam mulut Vaira, dan ia pun
menelannya.

Kami berada dalam kondisi sangat bergairah. gue tetap menggerayangi tubuh Vaira supaya ia terus merasa
“Panas”, beberapa saat kemudian kontol ku yang udah kembali tegang dan tampaknya udah siap mencelupkan
diri kedalam kolam kenikmatan. Dalam posisi Vaira terlentang dan gue diatasnya, gue menuntun kontol ku
[14x3cm] ke arah lubang surga milik Vaira. Perlahan gue dorong penuh percaya diri, terlihat wajah Vaira
agak menahan sakit.

“Ahh.. pelan-pelan.. sayang.. ohh..”.

gue dorong lebih dalam lagi meskipun agak sempit, “oh God.. gila.. memek nya ngejepit kontol gue kenceng
banget!” kataku dalam hati. gue berpikir “jangan-jangan Vaira masih perawan”. Kemudian kontol ku seperti
tertahan sesuatu, kupaksa masuk.Cerita Sex Terbaru

“ahh..!” pekik Vaira, kurasa gue menembus selaput daranya, ternyata benar Vaira masih perawan. Lalu
perlahan kuayun pinggulku.
“Oh.. sshh.. aah.. ohh.. hmm..”, kami saling mendesah menikmati setiap gesekan, memek Vaira benar-benar
rapat, dan ototnya terus memijat kontol ku tanpa ampun.
“Ohh.. sshh.. ahh.. sshh.. ohh..” dan kemudian tanpa mencabut kontol ku, gue mengganti posisi, gue
dibawah, dan kini giliran Vaira yang bergerak.
“Ohh.. ah.. ssh.. Santo.. enaakk.. terus.. ss” gerakan Vaira gue imbangi, gue meremas buah dada Vaira
dan sekali-sekali gue mengangkat tubuhku untuk menghisap dan menjilati puting susunya.

Tiba-tiba tubuh Vaira kejang, “Aah.. gue.. mauu.. keluarr.. ohh..”

gue merasakan semprotan cairan memek Vaira membasahi kepala kontol ku, terasa hangat dan nikmat. Kami
dalam posisi ini agak lama, dimana variasi hanya dalam bentuk ciuman, hisapan puting susu. Kemudian gue
merasakan adanya desakan di pangkal kontol ku, gue lalu menggerakkan pinggulku naik turun, dibantu Vaira
yang juga bergerak naik turun.

“Ohh.. sshh.. ohh.. SSHH..” gue merasa akan orgasme, gue lalu mempercepat gerakanku, tiba-tiba tubuh
Vaira kembali mengejang, namun kali ini lebih kuat, dan memeknya pun menjadi lebih sempit, otot-ototnya
memijat lebih hebat.
“OOHH.. Vaira.. mau.. kkee.. ke.. AAHH..” Vaira mencengkeram bahuku keras sekali.
“OOHH.. AHH.. Santon.. ga.. kuat..” gue langsung menancapkan kontol ku sampai habis, kupeluk cintaku
seerat-eratnya dan..
“Croot.. croot.. croott” gue dan Vaira orgasme bersama, bersama mencapai kenikmatan.

gue memeluk Vaira seperti tak akan kulepaskan, dia cintaku yang pertama, cinta pertamaku yang hebat,
cinta pertamaku yang nikmat. Kami udah menjadi sepasang kekasih. gue sadar Vaira telah memberikan
mahkotanya kepadaku.

“Baby you are all that i want, and you are lying here in my arms”

“I love u so much Vaira” kataku lembut seraya mencium bibirnya yang basah namun lembut.

Ini pertama kali Vaira bercinta, dia pertama kali bercinta denganku, gue bercinta dgn cinta pertamaku.
gue mengalami hal yang terindah dalam hidupku.

Kami masih dalam keadaan telanjang, duduk berhadapan, Vaira kupangku diatas pahaku, kami tidak berbicara
sepatah kata pun, kami hanya saling memandang, saling tersenyum, sesekali kucium bibirnya, kubelai
rambutnya, dan kuhapus airmata bahagianya yang mengalir menuruni pipinya.

Baca JUga Cerita Sex Kereta

“Vaira.. gue sangat mencintai loe sepenuh hati Santo, loe adalah hal terindah yang pernah terjadi
untukku, Santo ngga bakal ninggalin Vaira, Santo akan selalu ada untuk Vaira..” kemudian kuberikan
ciuman terhangat dan termanis untuk Vaira-ku.

gue akhirnya mendapatkan cintaku, cinta pertamaku.

Sampai saat ini gue berpacaran dengann Vaira, kami bercinta kapan aja kami mau, baik itu di rumah Vaira
ataupun di rumahku. Kami selalu ingin merasakan kenikmatan dunia itu berulang kali.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru.

Silahkan hubungi Sintia, boleh di mainin sesuka hati asalkan abang baca cerita di cerita sex terbaru . Cerita-Cerita sex di sini ada beberapa adalah cerita sex terbaru yang saya alami sendiri pribadi lho mas, coba tebak cerita yang mana?